Welcome, Selamat Datang, Sugeng Rawuh

Sunday, June 2, 2013

Tanya Jawab Gokil

Tanya Jawab Gokil

Dari judulnya sudah ketebak, isinya bakal kayak apa. iya engga?
Kalau engga bisa nebak juga tidak mengapa kok, karena pikiran kita memang tidak bisa sama, apalagi hati kita. Kita memang tidak ditakdirkan bersama kok karena tidak selaras, serasi dan seimbang. hiks hiks...
*kenapa jadi malah curhat ya*
langsung aja deh...

Eh iya mau ngasih tau aja. Nama nama yang ada disini adalah nama nama orang lo *langsung jayus*

Part 1
Lukman: "Wir, capek nih jalan terus. dimana tempat makannya, jauh ta? Panas lagi sekarang. Komplit dah penderitaanku"

Wira : *sambil puk puk pundak lukman*  "Sabar mas bro, mending kita main tebak tebakan.
Jadi tebakannya adalah Kenapa, Kalau musim panas Taipei Panaaaassssss BGT...

Lukman : "namanya musim panas, ya panas lah. Kalau musim dingin, ya dingin"

Wira : "Yah, anak TK juga ngerti. Aku kasih kata kunci deh. Kata kuncinya cewek"

Lukman : *Melirik ke kanan, ke kiri, kedepan, kebelakang*. "Ah, Gampang jawabannya ternyata. Karena Cewek - ceweknya pada HOT HOT... jadi makin panas. hahahaha"



Part 2
Dokter Indi adalah dokter di Rumah Sakit Jiwa yang sudah cukup terkenal. Dia penasaran apa yang dilakukan orang gila yang namanya Pak Keset sedang memakai jubah dibelakang mirip superman dan tengkurap di lantai.

Indi : "Eh Pak keset keren bgt ya..."

Keset : *menoleh ke arah Indi dengan tersenyum"

Indi : "Keren Pak, sekarang sudah jadi Superman ya. Pasti sekarang lagi terbang mau menyelematkan orang - orang lemah ya?" *sambil tepuk tangan*

Keset : "Dokter Gila ya? orang lagi tidur tengkurap kok dibilang superman. dibilang hebat lagi mau nyelametin orang - orang lagi. Dokter Gila... Dokter Gila... :D


Part 3
Seorang mama, sedang bercakap cakap dengan anaknya yang berumur 10 tahun...

Dini : "Anak mama yang genteng ini, kalau gede mau jadi apa?"

Agus : "maksud mama, cita cita agus ya?"
Dini: : "Iya nak. Mau jadi dokter biar bisa nyuntikin orang ya?"

Agus : "enak aja, dokter ga level ma. Ga enak. Kalau besar, Aku mau jadi Duda ma"

Dini : " eh. duda???? kok duda???"

Agus : "Iya ma... Kan enak ma, bisa nikah lagi, lagi dan lagi ma. hahahahaha"

Dini : "nak, bentar lagi siap siap ya. Kamu mau mama buang"



Part 4
Rifqi sedang berbicara dengan Nono (pacarnya) di bawah pohon beringin...

Nono : "Mas Rifqi, aku aku punya dua kabar untuk mu. Kabar baik dan kabar buruk. Mau yang mana dulu?"

Rifqi : "Apaan sih No, bikin penasaran aja. Kabar buruk dulu deh No"

Nono : "Aku ga bakalan ketemu lagi sama kamu dalam waktu yang lama karena mau kuliah di Taiwan mas"

Rifqi : "maksudnya kita LDR an????? kabar baiknya apa? kamu mau nikah dulu sama aku?

Nono : "Nah itu dia mas, kabar baiknya. Mas ga usah kawatir sama aku lagi. Karena... Aku sudah nemu cowok baru disana, yang lebih cakep mas. maaf ya mas...

Rifqi : "Gw mau gantung diri di pohon Toge dulu, bye....














Read More >>

Sunday, May 26, 2013

Jalan - Jalan ke Fulong Beach

Fulong Beach

Fulong beach berlokasi di Fulong Village, Gongliao Twnship, New Taipei City, Bagian Timur Laut Taiwan.
Pasirnya disebut pasir emas dan sangat jarang di Taiwan.

Aku, mas Satria, mbak Reny, Titin, Kiki, dan rama berangkat jam 8.30 dari kampus NTUST.
Dari Taipei main Station kami menuju tempat stasiun kereta dan hanya dengan 75 NT kami bisa masuk kereta menggunakan easy card kami.

Lama perjalanan ke Fulong kurang lebih sekitar 80 menit.
Karena hari weekend jelas sekali kami tidak mendapatkan tempat duduk.
Itu tak jadi masalah.
Selama 80 menit, kami terus mengobrol, menggosip, dan ngebully. *Aku yg menjadi bahan bulian*
Dalam perjalanan yang penuh sesak seperti ini, yang penting kita ikhlas dan enjoy...
Kalau udah bawaannya cemberut melulu, siap siap kaki dan badan pada pegel

Akhirnya kami sampai di fulong. Yea...
Kebetulan antara bulan mei sampai juni ada
International Sand Sculpture Festival,
Jadi pasir yang ada di sana, dibentuk tokoh tokoh komik dan movie karakter dari banyak negara...

Tinggal berjalan sekitar 300 meter kita akan berada dipintu masuk pantai.
Rata-rata tiket masuk adalah 100 NTD.
Tapi, kalau kita student kita hanya membayar 80 NTD saja.
Selanjutnya, Narsis Time.

Pemandangan dari atas jembatan penyeberangan menuju pantai


Tujuan utamaku ke sini One Piece. Yeah...

Berfoto dengan one piece

diurug pasir

bisa mandi di laut :D

Read More >>

Dear Diary

Dear Diary...

Aku Ana Wati,
Teman - temanku biasa memanggil Ana Saja...
Aku juga bingung kenapa orang tua ku menambahkan kata Wati setelah Ana,
Padahal jelas - jelas aku lahir di Bandung.
Tapi akhirnya aku tahu nama wati berasal...

Nama Wati adalah pemberian kakekku,
Kenapa dia memberikan nama wati? apa motif dibalik itu semua? ada apa dengan kakekku?
Mau tau jawabannya?
Eh mau tau aja atau mau tau banget? hehehe

Nah, kakek ku itu dulu suka banget dengan penari  Jaipong Namanya Watinah. Sehingga karena ngefans bgt, beliau minta orang tuaku untuk menambahkan kata Wati.
Yah, aku sih engga masalah ya.
Yang penting kan aku imut - imut. Nama apapun pasti cocok...

Diary, Kau akan menjadi bagian dari hidupku mulai saat ini karena kau adalah pemberian orang yang sangat aku cintai...
Orang yang pada hari ini menyatakan cintanya padaku,
Orang yang setelah sekian lama aku kagumi.

Aku senang sekali... Senang... Bahagia...
Aku tidak pernah merasa sebahagia ini....

Namanya Purna...
Dia tinggi, rambut disisir kebelakang, badannya tegap, ada kumis tipis...
dan juga sangat sangat sangat baik....

Mas purna adalah adalah pengusaha properti yang sangat sukses di Jakarta.
Pokoknya dia adalah pria idaman banyak wanita...

Aku tidak sabar untuk bertemu dengannya besok...




Dear Diary...

Hari ini ada kejadian yang membuatku kaget...
Aku shock sekali,
Aku tidak menyangka sama sekali, Basya, sahabatku sejak SMA, menembakku di kampus...
Kenapa dia mesti menembakku sih?
di depan anak anak pula?

Sepertinya aku juga kelewatan... Sepertinya aku terlalu kasar menolaknya tadi,
Padahal dia sahabatku, dia adalah teman yang selalu mendampingiku kemanapun aku pergi selama ini.
Kenapa sih, aku bilang aku engga mau lagi jadi temannya?
Kenapa aku sampai bilang seperti itu?
Padahal dia hanya menyatakan perasaan yang selama ini dipendamnya...

Tapi aku memang engga mencintaimu Basya, kamu hanya aku anggap sebagai kakakku saja, tidak lebih....

Setelah kejadian itu,
Aku pergi meninggalkan Basya,
Aku menelpon mas Purna, untungnya dia tidak sibuk. Jadi dia menjemputku di kampus dan mengajakku makan di Mall Pondok Jaya.

Aku menceritakan semuanya yang aku alami kepada mas Purna,
Dia menatapku...
Dia hanya menyesalkan apa yang telah aku perbuat kepada Basya,
Ya... mas Purna menyesalkannya.

Sehabis makan malam, mungkin mas Purna masih kecewa sama aku,
Dia hanya mengantarku sampai depan rumah dan engga mau masuk ke rumah...
Yah, apa boleh buat.

Aku langsung disambut dengan tampang jutek dan marahnya si mimy sewaktu memasuki rumah. Belum sempat aku duduk di kursi,
Si Mimy, sahabat dekatku marah - marah atas sikapku tadi siang pada Basya...

Mimy tidak menyangka aku bisa berbuat seperti itu,
Akupun juga Mi,
Asal kamu tau Mi, akupun antara sadar dan tidak sadar telah memperlakukan Basya seperti itu...

Mimy sangat marah padaku tadi,
mukanya merah padam,
omongan yang terlontar semuanya kasar...
Dia sempat memaki maki ku sebelum pergi meninggalkan rumahku...

Aku pasti akan menemui Basya untuk meminta maaf... Pasti...



Dear Diary...

Beberapa hari belakangan ini hidupku sangat aneh...
Kacau...
Aku sama sekali tidak bisa menjelaskan dengan logika ku...

Dua hari yang lalu aku pergi ke rumah Basya untuk meminta maaf...
Aku pergi ke rumahnya sekitar jam 7. malam...
Sendirian,
Aku tidak mau mas Purna menemaniku, karena aku bertekad, biar aku yang menyelesaikan semuanya sendiri...

Aku mengetuk pintu rumahnya...
Tidak ada jawaban...
lampu dirumahnya pun mati...
sepertinya memang tidak ada orang di rumah...

Aku mencoba mengintip ke dalam rumahnya sesekali melalui jendela kaca,
tapi... gelap...
tidak terlihat apapun...

Yang membuat aku tersentak kaget adalah,
Mimy berada di pinggir jalan depan rumah Basya, dan memanggil namaku dengan suara yang cukup keras,
masih dengan nada marah dengan berkacak pinggang...

Dia menghampiriku dan berteriak...
"Puas kamu Ana, Puas kamu telah membuat Basya pergi dari rumah? Kamu memperlakukannya seperti pengemis! padahal dia sayang sama kamu! padahal dia setia sama kamu! Kenapa kamu engga bisa sadar sih? dimana otakmu? dia selalu menunggu waktu yang pas buat menyatakan cintanya padamu!
Dia kurang apa? Dia juga kaya, tidak kalah kaya dengan pacar barumu itu!
sampai sampai dia tidak menerima cinta yang lain dari siapapun?"

Aku masih ingat setiap detail kata kata yang terlontar dari mulut mimy... Tapi aku tidak bisa mencerna semua. Aku masih bingung apa maksud kata katanya.
Cinta yang lain?

Selepas kata terakhirnya, mimy tetap menatapku dengan tatapan yang sangat menusuk hati,
Lalu dia pergi meninggalkanku...

Aku pulang menaiki taksi,
disinilah kejadian aneh itu mulai muncul...
Aku sama sekali tidak bisa melihat wajah supir taksi yang memakai topi hitam itu,
suara dan perangainya juga sangat datar... dingin...
Dia tidak menoleh sama sekali kearahku sekalipun waktu aku membayar uang ketika aku mau turun...
engga sengaja aku juga sedikit menyentuh tangannya...
Dingin... sangat dingin...
Aku bergidik...

Dan, akupun turun dari taksi,
Tapi... aku tidak berada di depan rumahku...
Aneh...
Aku tidak sadar kemana aku dibawa,
padahal aku terjaga.

Aku berdiri di depan pagar rumah seseorang,
rumah yang besar sekali...
Rumah ini seperti tidak ditempati selama beberapa tahun...
sangat megah, dengan pilar pilar yang sangat besar...
Bercat putih, tapi sudah mulai luntur...
tidak ada cahaya di dalam rumah...
Cahaya lampu yang ada hanya di halaman depan rumah saja.
ada satu pohon beringin besar dihalaman rumah tersebut...

Aku tidak tahu kenapa, kakiku melangkah dengan sendirinya...
Membuka pintu pagar dan melewati halaman rumah tersebut...

Aku berjalan lurus melewati halaman...
Aku berjalan dengan mengabaikan pohon beringin itu,
pohon itu benar benar menyeramkan, serabut serabut akarnya bergelantungan sangat banyak...

Suara tertawa itu mengagetkanku,
Suaranya terdengar samar... seperti jauh sekali...
Dugaanku benar, sewaktu aku menoleh ke pohon beringin itu...
Ada sesosok kuntilanak duduk di dahan pohon beringin itu...
Dia menyeringai sangat lebar...
Mulutnya sobek sampai mendekati telinga...
Matanya putih...
Rambutnya panjang... lebih panjang dari akar serabut pohon beringin...
Rambutnya hampir menyentuh tanah...
Kukunya sangat hitam dan panjang....
Di lehernya seperti ada bekas gorokan...
darah mengalir melewati batang pohon beringin itu...

Aku terdiam beberapa detik...
Aku shock...
Bodohnya aku, aku malah lari memasuki rumah itu yang akupun tidak tahu kapan pintu rumah sudah terbuka...

Aku lega...
Di dalam rumah, lampu lampu sudah menyala....
terang...
Aku bisa melihat seluruh isi rumah...
Aku menutup pintu rumah itu, dan mencoba memanggil penghuni rumah...
Aku mengucapkan permisi permisi beberapa kali,
tapi tidak ada yang menjawab.

Aku masih tidak berani untuk keluar rumah...
dengan melangkah sedikit demi sedikit, aku lebih masuk ke dalam ruangan itu...
Ada ruangan makan dengan meja makan berbentuk empat persegi panjang....
terdapat sebuah lilin di tengah meja. lilin lilin panjang itu dialasi sebuah alas yang sangat unik dan terbuat dari emas..

Mereka semua sedang khusyuk menikmati makanan ternyata...
Aku dengan santainya mendekat...
Dan aku melihat kejadian yang membuatku mual,
semua yang makan ditempat itu bukan manusia...

Ada empat makhluk yang duduk dikursi itu...
Aku masih ingat dengan jelas kesemuanya...

Dua makhluk berbentuk anak kecil, rambut gondrong dan berantakan.... mereka tidak memakai baju... keduanya kembar... bahkan dengan luka bekas bacokan sabit ditengah mukanya.... dari atas kepala sampai dagu...
Sobek... darah keluar menetes ke bawah....

Satu makhluk lainnya adalah wanita... memakai pakaian putih panjang, aku tidak bisa mendeskripsikan wajahnya karena dia membelakangiku....

Yang terakhir adalah laki laki, aku rasa dia kepala keluarganya...
Wajahnya... tidak ada...
kulit wajahnya seperti disobek... urat - uratnya kelihatan semua...

Aku hanya terdiam dan tidak bisa bergerak....
Aku masih bisa melihat mereka semua makan dengan lahapnya.

Anak anak itu berebut paha...
paha manusia mulai dari atas sampai kelihatan jari kakinya...
Mereka makan manusia...

Ibu nya mengangkat badan manusia itu dengan kedua tangannya... Usus menyembul kemana mana...
Badan itu sudah terbuka,
Aku bisa melihat jantung, hati, dan semua organnya...

Tiba - tiba,
sesuatu melayang kearahku....

Aku masih bisa melihat,'itu kepala manusia yang melayang...
kepala yang penuh darah dan mata sudah tidak ada ditempatnya itu, tepat mengenai mukaku sebelum aku pingsan...

Esoknya yang membuatku bingung adalah...
Aku terbangun persis didepan pintu rumahku...

Aku bingung? Bingung sekali?
Apakah kejadian malam itu hanya mimpi? apakah memang terjadi?
kalau mimpi, kenapa aku tidak berada dalam rumah?
kejadian malam itu sangat nyata sekali....

Aku ingin teriak... aku berpikir siang malam akan kejadian aneh itu....



Dear Diary...

Aku sudah menceritakan semua kejadian aneh yang aku alami kepada mas Purna malam itu,
Aku menceritakannya saat makan malam di sebuah restoran di Jakarta,
Dia melongo, seakan tak percaya,
Dia diam sepanjang ceritaku...

Aku tidak tahu kenapa, tiba tiba sikap mas Purna aneh setelah aku menceritakan setiap detail peristiwa yang aku alami...
Sekali kali, dia hanya mengatakan kata kata diplomatis saja,
kata kata yang hanya bisa menenangkan anak kecil untuk berhenti menangis...
Dia juga memegang keningku,
sepertinya memastikan aku tidak sakit waktu itu,
memastikan aku baik baik saja, tidak panas dan normal...
Tapi sikapnya benar benar aneh,
dingin... Iya sikapnya menjadi dingin...

Sepanjang perjalanan pulangpun dia tidak berkata apa - apa,
dia seperti berpikir keras...

Dia hanya mengucapkan selamat malam waktu aku turun dari mobilnya...
Dan tanpa babibu lagi, dia langsung tancap gas menjalankan mobilnya menjauhi rumahku...

Keesokan harinya,
Aku berencana pergi ke rumah mimy untuk berbicara baik - baik dengannya mengenai Basya,
Aku rasa Mimy dan Basya pun bertindak sangat aneh  setelah kejadian penembakan di kampus waktu itu...

Ya, aku bertekad berbicara dengan kepala dingin dan tanpa emosi...

Aku datang ke rumah Mimy sore itu, setelah selesai kuliah.
Aku juga tidak melihat mimy masuk kuliah hari itu.

Pembantunya yang membukakan pintu,
Aku memasuki rumahnya dan duduk di ruang tamu,

Pembantunya meminta izin aku untuk pergi mengambil sesuatu, titipan dari mimy katanya.
secara kebetulan aku melihat beberapa majalah dengan gambar - gambar aneh dibawah kolong meja ruang tamu,
aku pun mengambilnya.
Majalah misteri? spiritual? Jin setan? Santet? Teluh? Pelet cinta?
Apa apaan dengan judul majalah majalah ini?
Aku tidak tahu mimy mempunyai hobi membaca majalah majalah aneh ini.

Aku membuka salah satu majalah itu,
dan diakhir halaman aku menemukan beberapa kalimat yang sengaja dilingkari,
bertuliskan
Dukun Ki Jambrong, ahli dalam segala hal gaib
yang beralamat di suatu daerah di Bandung...

Belum habis rasa heranku, pembantu mimy datang dengan membawa amplop putih.
Di depan amplop itu bertuliskan...
"Kepada Ana, Seseorang yang sangat aku benci"

Aku melihatnya dengan perasaan yang sangat tidak enak. Aku tidak mau membuka amplop yang aku pegang saat ini.
Aku takut kalau isi amplop ini adalah cacian dan sumpah serapah mimy untukmu, yang akan membuatku menjadi semakin merasa bersalah...

Aku meminta izin kepada pembantunya untuk pamit meninggalkan rumah,
Pembantunya yang sudah tua itu, hanya berpesan Hati hati ya nak... dengan muka yang mengguratkan rasa khawatir....

Sebelum pulang aku meminta izin untuk membawa salah satu majalah yang dilingkari itu,
aku berpikir mungkin itu adalah suatu alamat penting...

Aku tidak langsung pulang ke rumah...
Aku berhenti di suatu taman yang banyak pohon -pohon besar disana,
aku ingin menjernihkan pikiranku...

Aku membaca isi majalah yang aku bawa dari rumah mimy dan aku tersadar,
dihalaman paling depan ada sebuah tulisan tangan
"Ana, aku akan selalu mencintaimu"
Aku tahu tulisan itu, aku tahu tulisan tangan itu yang tidak lain adalah tulisan tangan Basya...

Aku merenung dan sekali kali membaca isi majalah sampai malam menjelang...
Aku tidak mau pergi kemana mana karena aku sangat bingung waktu itu,
semua orang yang aku sayangi tidak ada disampingku saat aku seperti ini,
Mas Purna, Basya, Mimy... mereka tidak ada di sampingku...

Aku tidak sadar, ternyata ada seseorang yang sudah duduk disebelahku....
Dia sangat cantik...
Rambutnya panjang, hidungnya mancung,
kulitnya sangat putih dan mulus...
Saat aku menoleh padanya,
dia tersenyum padaku.

cuma satu kata yang dia lontarkan sebelum berdiri dan berjalan menjauhiku,
"Hati hati dik..."

tidak ada makna spesial dalam kata "hati-hati"
ya kata itu hanya kata biasa kok...
tapi aku menangkap makna sangat lain dalam suaranya...

Aku berjalan ke arah jalan raya, aku berencana pulang karena memang sudah gelap.
Sebelum pulang, aku membeli kerak telor pada orang kakek kakek yang berjualan dengan membawa pikulannya....
Aku juga melihat dua pembeli lain yang sudah makan kerak telor dengan lahapnya sambil berbincang - bincang...

Ada yang aneh dengan kerak telor yang diberikan padaku, setelah aku makan...
Banyak sekali dagingnya...
Padahal kerak telor tidak mungkin ada dagingnya...

Aku kaget bukan main, waktu aku melihat bapak itu memotong tangan kirinya kecil kecil dan di masukkan dalam adonan kerak telornya...
dia mengirisnya kecil - kecil, urat urat tangannya sangat terlihat jelas terpotong....

Aku muntah....

Aku melihat tukang kerak telor tadi...
dia tetap mengiris iris tangan kirinya...

Aku beteriak sekeras kerasnya...
Dua pembeli cantik itu menoleh kerahku dengan mengacungkan jari telunjuknya ke arah mulutnya...
"Hussstt jangan berisik" katanya bersamaan...

Tapi yang aku lihat bukan sudah berwujud manusia lagi....
dua duanya perutnya lubang...
Aku bisa melihat pemandangan didepanku melalui perutnya yang lubang...

Isi perutnya belatung... beberapa belatung ada yang berjatuhan ditanah... darah menetes sedikit demi sedikit... serabut serabut uratnya bergelantungan disekitar perutnya dengan darah merah pekat...

Aku berlari sekuat tenaga menuju jalan raya...
Hantu - hantu itu sepertinya juga mengikutiku...
Aku berlari dan memberhentikan sebuah taksi...

Setelah taksi berhenti... Aku mengurungkan niatku untuk masuk...
Aku tidak mau ada kejadian aneh yang menimpaku lagi di dalam taksi.
Aku menutup kembali pintu taksi dan  terus berlari kearah kerumunan orang banyak....

Aku semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi padaku...
Kenapa semua ini mesti terjadi kepadaku?

ditengah keramain orang - orang ini, aku terus berpikir...
Apakah semua ini ada kaitannya dengan Basya? Mimy? ataukah mas Purna juga?
Aku harus mendapatkan jawabannya secepatnya...


BERSAMBUNG


Read More >>

Saturday, May 18, 2013

Musibah atau Anugerah???

Musibah atau Anugerah???

Wibi adalah salah satu mahasiswa Indonesia yang melanjutkan S2 di luar negeri. Dia memilih salah satu universitas negeri di Taiwan sebagai sekolah tujuannya karena akreditasinya yang dinilai sangat bagus. Sudah satu tahun dia berada di Taiwan dan sudah jago pula ia berbicara mandarin. Dia memiliki dua teman klop, yang cewek namanya Dian dan yang cowok namanya Kiki. Dian ini sudah bekerja di salah satu perusahaan Indonesia yang bertempat di Taipei sedangkan Kiki masih sekolah S2 juga di tempat yang sama dengan Wibi.

Wibi ini bertubuh tinggi tegap dengan kumis tipis. Anaknya sangat iseng, suka ngebully orang, dan suka nggombalin orang, sedangkan kiki sebaliknya, anaknya pendiam, dengan wajah seperti nggak ada beban.
Sedangkan si Dian, gadis yang memakai jilbab, dan sangat baik hati.

Mereka sudah kenal lama sekali, jadi mereka sudah hafal sikap masing - masing. Kalau si Wibi lagi diem aja, berarti dia lagi bad mood atau kalau engga, dia lagi marah sama seseorang atau punya masalah - masalah yang belum selesai.
Si Dian dan Kiki, dua duanya adalah orang yang sangat jarang marah, jadi kalau dihitung perminggu skala marahnya berapa maka bisa dipastikaan mereka punya skala 1 dimana 1 = sangat sekali jarang marah, sampai dengan 7 = sangat suka sekali marah. Bisa dipastikaan mereka sangat sabar. Kalau si Wibi sudah engga usah ditanya, nilai dia = 7 *ini kenapa jadi kayak kuesioner aja ya, hehehe*

Satu lagi yang mesti kalian tahu dari Wibi. Dia sangat suka nonton film horor guys. Mulai dari Suzzana, Masih Dunia Lain, horor - horor luar negeri seperti Shutter, horor Jepang, horor Korea, USA, Inggris, Afrika Selatan, India, Suster ngesot, Pocong kesurupan, Kuntilanak minta kawin, Gendrowo goyang karawang, dll. Saking banyaknya butuh waktu 2 hari 2 malam buat ngelist daftar horor yang pernah ditonton, jadi engga aku sebutin semua ya disini. Semua genre horor tersebut pasti dia sudah hafal. Hobinya sudah sangat akut, kalau dia dalam sehari engga nonton film horor, dia seperti kecanduan guys. Iya dia pasti guling - guling di tanah, trus mencakar - cakar tanah, menggali tanah, habis itu boker di tanah, dan menimbun kembali bokernya dengan tanah *eh ini kucing apa manusia ya? hehehe*

Karena hobinya dengan yang berbau horor, makanya dia ingin sekali bisa melihat yang namanya HANTU, dia ingin sekali melihat langsung muka hantu. Asal tau aja ya guys, di Indonesia si Wibi ini pernah datang ke seorang dukun ternama yaitu Eyang Subur. Dia minta penglihatan agar bisa melihat dunia lain, makanya dia terapi beberapa kali ke Eyang Subur, Tapi akhirnya terapinya gagal, karena ditengah terapi Eyang subur terlibat konflik dengan Arya W, Jadi si Eyang sibuk ngurusin masalahnya sendiri, jadi si Wibi diterlantarkan begitu saja.

Si Wibi engga pantang menyerh guys, di Taipei pun dia mencoba mencari cara agar bisa lihat dunia lain. Dan akhirnya dia menemukan sebuah cara yang kemungkinan besar ampuh. Diat tahu cara ini dari beberapa teman taiwannya. Yah, mereka berkata kalau dia ingin melihat hantu dia harus makan - makanan yang disediakan untuk orang mati di 7 kuil dan dia harus pergi ke kuil tersebut pada waktu bulan purnama penuh. Kebetulan sekali di Taipei banyak sekali kuil - kuil dan dia merasa beruntung ada di sini. Tapi cara ini sangat mengandung resiko kata teman - temannya, kalau sudah mencoba cara ini dia tidak akan bisa kembali normal lagi, seumur hidupnya, dia akan bisa melihat hantu terus dan keselamatannya belum tentu terjamin. berbeda dengan terapi pada Eyang Subur. sewaktu - waktu kalau dia tidak kuat, dia bisa menghilangkan penglihatannya terhadap makhluk halus.

Tapi sepertinya keputusan Wibi ini sudah bulat, apapun yang terjadi dia sangat ingin lihat hantu - hantu itu dan dia juga capek dengan terapi - terapi karena butuh waktu yang sangat lama, belum lagi biayanya yang juga mahal. dan cara yang ini adalah sangat praktis dan mudah. Dia hanya perlu datang ke kuil pada saat bulan purnama, memakan sedikit makanan, dan hanya dilakukan 7 kali di kuil yang berbeda. Sangat mudah bukan?

Dia menceritakan keinginannya itu kepada Kiki dan Dian, kontan saja mereka berdua keberatan. "Jangan Bi, hidup cuma sekali, nikmati aja hidup yang sudah diberikan oleh Tuhan. Engga usah macem - macem." Pinta si Dian sewaktu mereka tengah makan siang di kantin kampus.
Si Wibi tetap kekeh dengan keinginannya, meski gelap hujan badai guntur cetar membahana, dia tetap ingin melihat hantu...
Si kiki pun juga tidak bisa berbuat apa - apa, anak pendiem ini pasti kalah adu argumen dengan Wibi yang sangat cerewet....

Bulan purnama ke - 1. Pukul 8.00 malam
Wibi, Dian dan Kiki janjian di depan kampus untuk pergi ke salah satu kuil di Taipei sebut saja namanya Taipei zoo. Eh eh, tunggu bentar... Taipei zoo kok seperti nama kebun binatang ya?, ganti nama, sebut saja namanya Taiepi 101...
 Kenapa guys? masih salah ya?
Ya sudah, sebut saja namanya SandaoTemple.

Mereka ke Sandao temple bertiga dengan menaiki sepeda U-Bike berwarna kuning. Yang tidak tahu, U-bike itu sepeda berbentuk U berwarna kuning yang disewakan...
Ini bentuknya
Taipei emang keren :D...

Nah, mereka bertiga menaiki U-Bike ke Sandao temple. Diperjalanan, roda sepeda Wibi bocor. Nah, salah satu pertanda buruk itu kata kiki. Tapi Wibi tetep kukuh dengan keinginannya. Karena sekali lagi, Taipei sangat keren, dia bisa menemukan sepeda U-bike lagi di MRT (Mass Rapid Transit) terdekat....

Sampai akhirnya, sekitar pukul 10.00 malam, mereka sampai ke kuil Sandao itu.
Yah, sebagaimana kuil yang ada di Taipei, beberapa kuil memiliki keunikannya masing - masing, susah juga untuk mendeskripsikannya. Jadi ini langsung aku tunjukkan gambarnya...


Di dalam kuil sudah sepi orang, jadi Wibi dengan leluasa mengambil makanan yang ada di dekat tempat persembahan. Wibi mengambil apel yang ada diatas tumpukan buah - buahan lain yang di tengahnya ada dupa panjang. Dia dengan mudahnya mengantongi satu apel tersebut dan kemudian berjalan keluar. Si Kiki dan Dian yang menunggu diluar hanya bisa menggelengkan kepala mereka saja melihat kelauan si Wibi.

Krauk krauk, Bunyi Apel yang digigit wibi selama perjalanan. Dia menghabiskan apel itu selama menaiki sepedanya kembali ke kampus.
Tidak ada sesuatu yang berbeda ketika dia telah selesai memakan apel itu, engga sesuatu bgt lah pokonya, tetep mainstream aja. Wibi agak sedikit kecewa, dia mengharapkan sesuatu hal aneh akan terjadi, tapi ternyata, nihil guys.
Kiki dan Dian mengucap syukur....

Bulan purnama selanjutnya wibi pergi ke kuil berikutnya. Tapi Kiki dan Dian tidak ikut, mereka sudah capek dengan kelakuan Wibi yang susah sekali diingatkan.
Sampai akhirnya Wibi berhasil memakan makanan di tujuh kuil.

Lalu apa yang selanjutnya terjadi??
Apakah Wibi akan menemukan cinta sejatinya?? *pertanyaan yg ini engga masuk deh kayaknya*
Apakah Wibi bisa melihat hantu??
Berikut Berita selanjutnya. hehe

Wibi ingin mencoba kemampuan barunya di salah satu kamar asrama kampus kamar xxx (nama disamarkan aja biar aman). Sebenarnya kamar itu sudah diberitakan berhantu sejak lama karena gosipnya ada yang meninggal dikamar itu, dan sekarang tidak ada yg berani menempati kamar itu. Sebenarnya Wibi sudah mencoba tidur di kamar itu sekali sewaktu dia belum menjalani ritual keliling kuil, 
tapi tidak ada apa - apa.
Jadi sebenernya dia enggan untuk mencoba lagi, tapi ya sutrah lah. Karena sampai saat ini dia belum bisa melihat hantu.

Malam itu di kamar xxx dia mencoba menginap sendirian, Tapi akhirnya dia ketemu kiki di Lift dan mengajaknya ikut menginap untuk membuktikan bahwa tidak ada apa - apa disitu. Dan akhirnya, Kiki pun setuju menemani Wibi. Kamar xxx itu layaknya kamar biasanya, terdiri dari 4 tempat tidur dimana tempat tidur itu berada diatas meja belajar kita, jadi kalau kita mau tidur, kita harus memanjat dulu tangga kayu. Dua kasur berjajar satu sama lain, artinya dua kasur di sisi kiri dan dua kasur di sisi kanan.
Yang bikin berbeda adalah kamar itu sangat kotor. Yah, asal tau aja kamar xxx itu sudah tidak ada penghuninya selama 2 tahun.

Dum...
Dum...
Dum...
Dum...

Suara keras itu membangunkan Wibi dari tidurnya dan anehnya lagi terjadi sesuatu di tubuh Wibi. Iya guys leher Wibi kesakitan. Dia merasa sangat haus, tenggorokannya kering, dia seperti memakan sesuatu yang sangat pahit yang belum pernah dia makan sebelumnya. Ditambah lagi, lehernya sangat sakit, dia merasa ada sesuatu yang mencekik lehernya, sakit sekali.

Dia membuka mata, dan suara dum dum itu hilang...
Dia mencoba membangunkan Kiki yang tidur ranjang sebelah kiri yang segaris dengan ranjang Wibi, tapi kiki sepertinya sangat pulas tertidur dengan sedikit mendengkur.

Tiba - tiba Wibi turun dari tempat tidurnya, mencari asal suara itu. Dia mendekatkan kepalanya ke lantai untuk mengetahui apakah suara itu dari lantai bawah.
Dan...
Dum.... suara itu ada lagi, dan Wibi pun tahu apa penyebabnya.
Sewaktu dia mendekatkan kepalanya ke lantai, kontan wajahnya menghadap ke ranjang di depannya.
Dan tiba - tiba ada orang terjatuh dari atas kasur itu, dengan kepala mencapai lantai dahulu.
Kejadian itu terjadi tidak hanya sekali, tapi berulang -ulang.
Kepala anak itu pecah dan berlumuran darah....

"Kiki. Tolong...." Wibi menjerit membangunkan Kiki, tapi suara Wibi tidak bisa keluar, dan rasa sakit itu masih ada di tenggorokan dan juga lehernya...
Tapi suara itu sudah hilang ketika dia menoleh ke Kiki.

"shēng shénme shì?"Jawab kiki dengan bahasa mandarin yang artinya ada apa?
Wibi kaget, dia tahu kiki tidak bisa bahasa mandarin...

"Eh Ki, kenapa ngomong mandarin?" tanya Wibi dengan bahasa Indonesia

"wǒ bù zhīdào nǐ shuō shénme (Aku engga tahu kamu ngomong apa??? tiba - tiba kiki tersenyum...

Sedetik kemudian, kepalanya putus dan jatuh kelantai. Tapi dia masih bisa tersenyum dan Wibi tahu, itu bukan Kiki, tapi wajah anak yang jatuh dari kasur tadi...

Wibi menjerit...
Tapi suaranya tetap tidak bisa keluar, dia berlari mendekati pintu...
Pintu itu tidak bisa dibuka....
Kepala itu menggelinding ke arah Wibi.
Wibi yang pasrah karena tidak bisa membuka pintunya kemudia menutup mata...

Dia sekuat mungkin menenangkan pikirinnya...
"Aku yang menginginkan semua ini terjadi, aku ingin melihat semua ini" Batin Wibi
"Sekarang aku sudah bisa melihatnya, aku harus kuat...
Aku harus berani, mereka lebih rendah derajatnya dari manusia.... Jadi apa yang aku takutkan...
Aku masih punya Tuhan"... Lanjut batinnya..

Dia membuka mata selebar lebarnya...
Tidak disangka, wajah hantu itu malah berada sangat dekat dengan wajah Wibi, hanya berupa kepala yang melayang dengan wajah yang penuh darah dan menyeringai ke arah Wibi...

Wibi tersentak kaget bukan main...
Dia membuka pintu itu sekuat tenaga dan akhirnya pintu itu terbuka...
Dia berlari menggedor pintu kamar sebelahnya, tapi tidak ada yang bangun...
Dia berlari menuju lift...
Sewaktu lift membuka, dia mengurungkan niatnya masuk lift, karena dia merasa akan ada kejadian aneh di lift itu....
Tapi tiba - tiba ada yang mendorongnya masuk lift itu, dan pintu lift menutup dengan sendirinya...

Wibi terjatuh di lift, dia melihat disekelilingnya ada asap dan bau gosong, seperti bau daging bakar.
Leher Wibi masih sakit,
Tiba - tiba dia melihat banyak orang - orang dengan kulit terbakar di sampingnya....
Dia berteriak...
Tapi suaranya tetap tidak bisa keluar...
Dia memencet tombol lift sambil memejamkan matanya...
Tubuhnya sangat kepanasan, dia seperti terbakar di lift itu...
Akhirnya dia bisa keluar lift...

Dia lari ke luar asramanya... Anehnya dia tidak menemukan ada seorangpun disana.... Sepi... Senyap...

Dia berteriak - teriak bak orang kesurupan, Tapi dengan leher yang masih sakit dan dia tidak bisa mengeluarkan suaranya....

Tiba - tiba banyak orang yang mengelilingi Wibi...
Lebih tepatnya itu semua hantu dengan muka rata....
Semuanya menghadap ke Wibi....
Wibi lari mencari batu untuk memukul besi didekatnya agar orang - orang mendengar...

Dong.... Dong....
Dia memukul mukulnya puluhan kali...
Akhirnya dua orang satpam kampus menghampirinya...

"Ada apa?" tanya salah satu satpam dengan tatapan aneh dengan bahasa mandarin.
satu satpam lain memegang bahu Wibi yang lemas...

"Saya melihat banyak hantu pak?" Jawab Wibi...
"Kamu ini aneh, engga ada apa apa kok?" sahut satpam yang memegang Wibi.

"Ayo ke kamarmu sekarang, kamu harus tidur lagi, jangan buat keributan di tengah malam buta" Lanjut satpamnya...

Wibi menjelaskan mati - matian peristiwa yang baru dia alami, dia juga menjelaskan tidak mau kembali ke kamar hantu itu... Dia juga menjelaskan bahwa lehernya masih sakit sampai saat ini...

Akhirnya kedua satpam tersebut membawa Wibi ke lounge salah satu asrama wanita yang baru ditutup setalah jam 2.00
Lounge itu sangat sepi, padahal biasa ramai meskipun tengah malam....
Penjaganyapun yang biasanya ada sekarang juga tidak ada.

Sampai disitu Wibi masih ngerasa ketakutan, dia masih meminta ditemani satpam tersebut...
"Makanya engga usah aneh - aneh ingin ngelihat hantu, ketakutan juga sekarang kan?" kata Satpam...

"Bagaimana Bapak bisa tahu? Aku belum cerita tetang hal itu?" tanya Wibi ketakutan

"Menurutmu, Kami ini siapa?" Tanya kedua satpam itu yang ternyata sudah berubah menjadi sangat menakutkan...

Wajahnya penuh luka sabetan benda tajam. Yang satunya, wajahnya penuh tembakan peluru,
darah berceceran kemana - mana...

Wibi sudah tidak bisa berteriak, yang bisa dia lakukan sekarang adalah menutup mata...
Dia sudah lemas sekali guys....
Dia mencoba melafalkan ayat alquran yang biasanya dia baca waktu sholat... Sia - sia...
Dia tidak bisa mengingat ayat - ayat itu....

Dia hanya mendekap dipojokan ruangan lounge....
dengan tubuh yang sangat lemas, tapi anehnya dia masih bisa terjaga, dia tidak pingsan...
Bahkan dia ingin secepat mungkin tidak sadarkan diri, tapi dia tidak bisa...

Selama beberapa jam dia di situ dengan dikelilingi suara - suara aneh.
Dia tetap memejamkan matanya...

Sampai akhirnya dia berpikir jernih, dia tahu seseorang yang bisa menyelamatkannya...
Orang itu dikenal sangat alim... Namanya Pak Git...
Dia tinggal di asrama mahasiswa yang berbeda dengan Wibi...

Dengan tetap memejamkan mata dia berjalan...
Dia menabrak sesuatu,....
Dia tidak bisa berpikir jernih waktu itu, entah yang ditabrak hantu, atau mungkin kursi.... Dia tetap berjalan...

Sampai akhirnya, dia tiba didepan pintu asrama. Pintu itu tidak bisa dibuka dari luar karena apabila kita mau masuk harus memakai kartu masuk yang hanya dipegang oleh orang - orang tinggal disitu...

Wibi tidak putus asa...
Dia mencari kamar Pak Git dari luar.
Dia tetap berjalan dengan menutup matanya...
Suara - suara aneh tetap bisa didengarnya....

Dia menggedor gedor semua jendela yang dilewatinya menuju kamar Pak Git. Dia memperkirakan berapa jendela kamar yang dia lewati...
Sekarang dia yakin, kamar didepannya adalah milik Pak Git...
Dia menggedor gedornya dengan keras....
Dan Pak Git mebuka jendelanya....

Dia kaget melihat Wibi yang sangat engga karuan,
Wibi membuka matanya. Dia lega melihat Pak Git...
Dan akhirnya Wibi pingsan...

Jam 8.00 Pagi...

Wibi terbangun di kamar Pak Git, banyak orang yang mengelilingya membacakan doa, termasuk kiki....
Di saat itu, Wibi merasa aman. Tenggorokannya juga tidak sakit lagi...

Dia menceritakan semua yang terjadi pada dirinya pada orang - orang yang berada di sekelilingnya...
Wibi menangis menyesali perbuatannya....

"Makanya engga usah main - main yang aneh, kena akibatnya kan kamu" kata orang yang ada dipojokan kamar...

Orang itu tinggi besar, dengan jenggot menjulai kebawah....
Dia melotot ke arah Wibi, dan tiba - tiba tenggorokan Wibi sakit lagi...

Wibi teriak sekencang kencangnya.... Pak Git tahu apa yang terjadi, dia mengambil kain hitam penutup mata dan menutup mata Wibi...

"Pak, apakah saya bisa sembuh?" tanya wibi ke Pak Git.
"Saya tahu apa yang terjadi sama kamu. Apabila tenggorokanmu terasa sakit, artinya kamu akan melihat hal hal yang tidak seharusnya kamu lihat"' jawab pak Git

"Jadi untuk sekarang ini lebih baik mata kamu ditutup dulu. Kamu harus rajin berdoa meminta petunjuk" lanjut Pak Git.

Hari -hari selanjutnya Wibi tetap menggunakan penutup matanya tersebut sampai dia merasa kuat dan sanggup untuk melihat hal - hal gaib di luar nalarnya.
Sering sekali tenggorokannya sakit, yang artinya pasti ada sesuatu di dekatnya.
Dan karena itu juga, dia semakin rajin berdoa...

-Pesan Moral-
Syukurilah apa yang kita punya sekarang. Makhluk gaib itu ada dan punya dunia sendiri - sendiri. Kita cukup meyakininya tanpa harus bisa melihatnya.

Nb: Cerita ini hanya fiktif dan hasil dari imaginasi saja...
kejadian, nama tokoh, waktu dan tempat, tidak ada kaitannya dengan apapun, siapapun, dan dimanapun. hehehe

Thanks for reading...
Jangan Lupa tinggalkan Komen Guys...

Read More >>

Friday, April 5, 2013

Terimakasih, karena selalu di sampingku Gita

Aku Nieko...
Kuliah di salah satu Universitas Negeri di Surabaya.

Oh iya sebelum bercerita lebih jauh, aku perkenalkan teman -temanku dan cewek spesial di hatiku (spesial, tapi ga pake telur lo ya, hehehe)...
Gita adalah pacarku, kita sudah jadian selama 2 tahun. Dia manis, rambut lurus sepunggung dan wajahnya putih. Teman - temanku banyak yang bilang, mungkin Gita lagi stress, kok mau - maunya jadian sama aku yang kata temenku, hitam dan dekil ini. Ah, itu bisa - bisanya mereka saja yang sirik...

Untuk lima sahabat dekatku ini, Samsul, Akmal, Takim, Ria dan Ita... Aku rasa tidak panting untuk diceritakan detailnya karena dari segi muka, yah, gitu gitu aja deh. standart muka orang lah ya. hehehe

Kejadian itu terjadi beberapa bulan yang lalu ketika kami ber tujuh sedang mengadakan survey lokasi kegiatan outbond untuk mahasiswa baru di jurusan kami...
Gara -gara kejadian yang sangat mengerikan yang hampir merenggut nyawaku di sana, sekarang aku sedang mengambil cuti kuliah.

Pada waktu itu kami pergi ke Coban Rais,
Tempat wisata air terjun yang terletak di daerah Batu Malang...

Perjalanan yang kami lalui sangatlah sulit.
Untuk menuju Coban Rais,.
Kami dituntut kehati-hatian dan tenaga ekstra.
Ya, kami harus melewati aliran sungai dan menembus perbukitan yang tajam dan berkelok...
Jalan setapak menuju lokasi juga amat sempit, licin dan curam.
Di kiri dan kanan jalan setapak yang lumayan panjang itu dikelilingi jurang.
Kami harus berpegangan dahan dan rumput liar yang tumbuh begitu melintasinya.

Motto dalam hidupku adalah sesuatu yang berharga akan didapat apabila kita telah melewati sesuatu yang sulit dulu. Oleh karena itu, aku mau, mahasiswa baru yang akan mengikuti outbond harus mempunyai mental yang sangat kuat dengan tempat outbond yang begitu menantang.

Setelah sampai di lokasi air terjunnya.
Kami beristirahat sejenak sembari melihat keindahan alam yang begitu luar biasanya yang diciptakan oleh Tuhan.
Air terjunnya begitu indah. cipratan - cipratan air dari atas, membuat tubuh kami terasa segar kembali, setelah perjalanan yang cukup melelahkan. Ditambah lagi suasana sekitar air terjun yang masih sangat asri.
Di kiri kanan kami, nampak pepohonan yang sangat besar dan rindang.
Air yang mengalir melewati bebatuan - bebatuan pun, menambah segarnya pemandangan ini.

Kami pun langsung saja lompat ke air yang ternayata tidak begitu dalam itu, untuk mandi...
Kami semua mandi kecuali cewek - ceweknya saja. Mereka hanya mencelupkan kakinya ke dalam air sambil duduk diatas bebatuan.

Tanpa terasa, waktupun seperti berlalu begitu cepatnya...
Iya guys, tidak terasa sudah hampir mendekati jam 5 sore.
Kami keenakan bermain air sampai lupa waktu.
Ditambah lagi, kami berangkat dari surabaya terlalu siang.
Mau tidak mau kami harus pulang, karena kami tidak ada persiapan untuk berkemah malam itu.

Selama perjalanan pulang kami, awan gelap sudah berada diatas kami mempertandakan akan datangnya hujan yang sangat lebat.

Rintik rintik hujan pun jatuh ke atas bumi, dan semakin lama semakin derasnya.
Untungnya kami menemukan sebuah gubuk tua untuk berteduh.
Gubuk itu hanya berukuran kecil. Terbuat dari bambu - bambu yang sudah sangat tua dan atapnya hanyalah jerami.
Mungkin gubuk itu, juga digunakan sebagai tempat peristirahatan orang - orang yang berkunjung disini.

Setelah berada di dalam gubuk,
Tak sengaja mata kami pun melihat ada makanan di dalamnya.
Makanannya komplit. Ada nasi kuning, beberapa butir telur, ada sambal goreng. Tidak hanya itu,
Kami juga menemukan 2 bungkus rokok dan kopi.

Kata si Akmal sih, itu kemungkinan adalah sesajen yang diberikan orang - orang kampung untuk penghuni "lain", di daerah air terjun ini.
Karena denger - denger gosip juga, banyak penghuni lain sebangsa jin yang tinggal di sini...

Aku percaya dengan bangsa jin ataupun makhluk - makhluk lain di dunia ini. dan aku pun percaya, kalau kita tidak mengganggu mereka, mereka pun tidak mengganggu kita.
Seperti yang di bilang temenku waktu itu si bram kalau sebenarnya makhluk - makhluk sebangsa jin itu,
tidak mau dilihat oleh kita...

Pembahasan jin memang sangat rumit...

Yang pasti, ada makanan enak di depan kami,
dan aku rasa, mereka tidak akan mau memakan makanan yang disediakan oleh manusia...

Tapi itu hanya asumsiku sendiri,
semua teman-temanku memiliki kepercayaan yang lain sehingga mereka tidak mau memakannya....

Hujan tidak kunjung berhenti, malahan bertambah deras.
Kami tidak akan bisa pulang dengan kondisi yang seperti ini. Karena jalan pulang dan jalan masuk merupakan satu jalan yang sama. Dengan kondisi hujan yang seperti ini pastilah jalan akan sangat licin dan itu akan sangat berbahaya.
Ditambah lagi, dengan keadaan yang sudah gelap.

Kami pun bimbang waktu itu. Apakah kami harus pulang dengan keadaan yang sangat berbahaya ini, ataukah kami harus bermalam di gubuk ini? Padahal kami tidak membawa baju ganti.

Kami ber tujuh sangat bingung waktu itu.
Tapi akhirnya diputuskanlah kita harus tetap berada di gubuk ini, sampai besok pagi. Karena kondisi inilah yang paling mempunyai sedikit resiko...

Tapi Keputusan kami ternyata Salah....

Dingin... Ya, dingin sekali...
Kami baru tersadar, kami berada di daerah pegungungan dimana, pada waktu malam hari, suhu udara akan sangat dingin sekali.... Ditambah lagi, hujan juga belum berhenti...

Kami juga tidak bisa mengumpulkan kayu bakar karena semua kayu basah terkena hujan yang sangat deras.

Kondisi kami sangat mengenaskan waktu itu, muka kami semua pucat pasi dengan bibir sangat kering karena kedinginan.
Cahaya yang ada di dalam gubuk hanyalah cahaya dari Hand phone masing - masing yang tidak berguna karena tidak adanya signal...

Kami hanya bisa duduk di dalam gubuk dan saling berdekatan...

Dan kejadian aneh pun tiba - tiba muncul...

Hujan yang tidak berhenti semenjak tadi sore, sekarang sudah mulai reda. Tapi kabut masih menyelimuti daerah Coban Rais ini.

Sayup - sayup kami semua mendengar suara orang berteriak - teriak dan suara tembakan.
Iya, kami semua jelas mendengar suara tembakan - tembakan itu.

Kami menyadari, ada sesuatu yang ganjil,
Oleh karena itu kami memutuskan tetap berdiam diri di gubuk itu sambil menutup mata...
Tidak lama kemudian, suasana kembali hening.

Kemudian, kami mendengar lagi suara teriakan.
Teriakannya lebih kearah kesakitan. Sepertinya ada suara orang di siksa. tidak hanya satu orang, melainkan banyak orang.
Teriakan ibu - ibu, anak - anak yang menangispun, kami dengar.
Sangat menyayat hati....
Mereka seperti dicambuk, dan dianiaya tanpa belas kasihan...

Telinga kami semua tidak kuat mendengar jeritan dan teriakan yang sangat memilukan yang belum pernah kami dengar selama ini...

Sampai kamipun memberanikan diri untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi....

Sesampainya ditempat itu, kami sangat kaget...
Benar -benar banyak penyiksaan yang terjadi kepada para wanita dan anak - anak kecil di tempat itu.
Yang membuat kami lebih kaget adalah ketika kami mengetahui siapa yang menyiksa mereka...
Kami sangat kaget...
Orang - orang itu memakai seragam dan topi yang dengan simbol bendara jepang...

Kami semua sama - sama bingung...
Kami di sana antar sadar dan tidak sadar...
Kami sangat ingin menolong orang -orang yang disiksa itu, tapi di batin kami pun juga berteriak,
ini adalah kejadian yang sangat ganjil.

Tiba -tiba,
salah satu ibu yang disiksa itu, menoleh ke arah kami...
Matanya penuh darah...

Dia berteriak.
"Kenapa Kalian diam saja di sana, kenapa tidak menolong kami disini!!!!"
Begitu kencang dan mengerikannya teriakan ibu itu. Sampai membuat kami lari tunggang langgang dan terpisah...

Iya, kami terpisah.
Yang aku ingat adalah, aku hanya bersama Gita saja waktu itu.

Aku tidak tahu, kemana larinya teman - teman ku yang lainnya.

Aku dan gita berhenti sejenak setalah melihat keadaan aman. Kami berhenti di suatu tempat. Dan Aku rasa belum pernah melewati tempat ini sebelumnya.
Gita juga kelihatan kelelahan. Wajahnya terlihat pucat. Dia pasti sangat ketakutan dengan kejadian tadi.

Dengan nafas yang ngos ngosan, Aku masih ingat apa yang dikatannya.
"Nieko, apapun yang terjadi kita harus tetap bersama. Kita harus saling menjaga"

Aku bertekad akan melindungi gadis yang sangat aku sayangi ini dengan sekuat tenaga.

Setelah itu,
Aku tidak tahu kenapa mataku tiba - tiba buram...
Aku tidak bisa melihat apa - apa, kecuali wajah gita yang semakin samar...
Dan aku juga melihat banyak sekali orang - orang berbadan tegap berdiri dibelakang gita.
Ya... Samar - samar aku melihat tentara jepang tadi berdiri dibelakang Gita, sambil menodongkan senapan ke arah kepala Gita.

Sedetik kemudian, Gita tidak ada!! Orang yang berada di depanku sekarang adalah Ibu yang berteriak kepada kami tadi. Matanya masih tetap mengeluarkan darah....

Akupun mundur kebelakang dan lari...
Aku tidak tahu kemana Gita, juga teman - temanku...

Sewaktu aku lari, Ibu yang matanya mengeluarkan darah tadi, tetap mengejarku...
Tapi, yang aku rasa aneh adalah Ibu itu memanggil namaku dengan suara yang sangat mirip gita.
Bahkah itu adalah suara Gita....

Dia terus megejarku...
Selanjutnya aku dengar dia berteriak, "Nieko, jangan lari ke arah sana, itu juaraaaanggg!!!"

Aku sadar, iya aku berlari ke arah jurang. Secepatnya aku berhenti. Tapi karena kondisi jalan yang licin, aku terpeleset dan hampir jatuh ke jurang.
Kurang sedikit lagi, aku pasti sudah jatuh...

Aku melihat, sekarang Ibu dan tentara jepang yang mengejarku sudah tidak ada lagi dan mataku sudah kembali normal lagi.
Aku bisa melihat dengan jelas sekarang.

Hal yang membuatku kaget saat itu adalah, Aku melihat Gita jatuh beberapa meter di depanku. Dengan posisi tengkurap...

Aku mendekatinya, dan aku sadar dia pingsan. Kepalanya jatuh membentur batu sehingga darah segar mengalir membasahi mukanya...

Aku bingung... Aku panik waktu itu...
Yang hanya bisa ku perbuat waktu itu adalah memperban kepala Gita dengan bajuku agar darah tidak terus mengalir...

Aku menggendongnya sambil berteriak meminta pertolongan...
Tapi sia - sia...
Tidak ada seorangpun yang datang menolong kami.
Aku sudah tidak kuat berjalan lagi...
Perutku juga sangat panas...
Aku rasa perutku terbakar.
Iya, dibakar dari dalam....
Aku merasa sangat kesakitan dan setelah itu, Aku tidak ingat apa - apa lagi...

Aku terbangun di RSUD Malang... Di sana aku melihat semua teman - temanku termasuk Gita yang juga menemaniku. Kata Akmal, aku ditemukan sudah dalam keadaan pingsan 10 hari yang lalu. Teman - temanku membawa ke rumah sakit ini bersama orang - orang kampung...

Setelah beberapa bulan rehat di rumahku sendiri, aku merasa sudah baikan.
Ditambah lagi dengan adanya Gita yang selalu ada di sisiku.
Gita yang sangat sayang kepadaku...

Tapi, semenjak kejadian itu, ada yang aneh dengan teman -teman dan juga keluargaku di rumah.

Mereka sering bilang untuk sabar dan mengikhlaskan Gita.
Mama juga ikutan aneh...
Masa Mama bilang mau mengajakku ke tahlilan 100 hariannya Gita...
Mereka aneh sekali. Emang Gita sudah meninggal, pakai acara tahlilan segala...
Padahal Gita selalu ada di sampingku dan menemaniku selama ini...
Bahkan sekarang,
Dia ada di sampingku...
Dan selalu tersenyum padaku....



SEKIAN...


Cerita ini adalah Fiktif.
Jangan lupa like dan komennya ya para pembaca tercinta...
Read More >>

Friday, March 29, 2013

Horor Gagal Part 1



Horor Gagal Part 1.
Disini aku mencoba buat jokes tentang kisah - kisah horor, tapi horor yang gagal. Mau tau seperti apa? yuk cekidot!!!

Mohon maaf apabila ada kesamaan nama dan karakter. Cerita ini hanyalah fiksi dan guyonan semata. hehe

Kencan Gagal
Lukmen, cowok keren yang tidak hanya digemari cewek cewek, cowokpun ikut senang....
Dia bikin janji dengan pacarnya untuk pacaran di kuburan. Alasannya sih, bosen aja yang mainstream.
Sekali - kali extream boleh lah...

Jam 9 malem dikuburan...
"Aku Ganteng, Aku Ganteng"... Suara Ringtone dari Aifhone 4S nya berbunyi

Lukmen : "Assseeeemmm #@#$$^$&#&#$#$*(*%$@#!.... Kok ga bilang dari tadi kalau ga bisa dateng", Dia memaki maki hp nya sendiri setelah menerima sms dari ceweknya yang ga bisa dateng

Tiba - tiba ada cewek cantik datang ke arah lukmen

Cewe : "Mas, kok sendirian? boleh aku temenin?" sambil senyum - senyum
Lukmen : "Wah boleh - boleh, kebetulan, aku lagi available" sambil ngecess... hehehe dan merangkul pundak cewe itu...
Cewe : "Mas ga takut apa kalau aku kuntilanak?" 
Lukmen : "Aku takutnya sama bencong, kuntilanak kayak kamu mah dijadiin pacar aja"
Cewe :"hihihihih... sayang sekali mas, aku bukan kuntilanak tapi Benconganak. Bencong yang punya anak. hihihi. Kalau siang namaku Nicho, kalau malam Nicha mas. hihhihihih"
Lukmen : "Ciyus? Miapah? Ndak apa - apa lah. Dari pada nganggur, benconganakpun jadi"

Akhirnya setiap malem dia ke kuburan dengan pacar bencong barunya...


Bakso Setan Gagal
Indhut, adalah sosok laki - laki berbadan gendut yang doyan sekali makan. Tapi Setiap harinya cuma makan 5 kali saja. Tapi pakai sekop, hehehe
Suatu malam, makanan di kos kosannya habis. Bingunglah dia. Untungnya dia mendengar abang tukang bakso yang teriak - teriak.... So... Bakso...
Dengan semangatnya, dia lari keluar dan memanggil abang tukang bakso sambil nyanyi...

Indhut :"Abang Tukang Bakso, mari mari sini, Indhut mau beli" Sambil ber harlem shake ria, hehe
Tukang Bakso : "Berapa mangkok mas?" nada dingin
Indhut : "Aku mau 10 mangkok saja ya"

Setelah habis 10 mangkok. Indhut bersendawa dengan kerasnya.... grrrrrrrrrrrrrrr (sendawa macan)

Indhut : "Lagi dong bang, masih laper nih"...
Tukang Bakso :" Sudah habis dek, mata nya sudah habis. Barusan yang terakhir kamu makan adalah mata saya. huahahahhaha " tertawa keras menggelegar...
Indhut :"Oh, jadi bapak ini setan to? tapi sumpah lo pak, bakso matanya enak. Jadi sekarang sudah habis??? Ah... Ga asyik..." Indhut ngeloyor pergi...
Tukang Bakso setan kemudian pingsan....


Pacar Gagal
Wiro suka banget nonton Opera Van Java (OVJ). Setiap nonton OVJ, pasti ngakak keras banget.
Rutinitas itu yang dia lakukan setiap kesepian di kamar sendiri karena ga punya pacar.
Hingga suatu hari dia pergi ke dukun untuk meminta pacar.
Dan akhirnya dia diberi syarat, kalau Wiro ingin dapat pacar, maka dilarang sama sekali ketawa.
Wiro menyanggupi syarat syarat yang diberikan setelah itu, mbah dukun memberikan anaknya yang cantik kepada Wiro...

Suatu hari, Argo teman sekamar Wiro sedang ngakak karena nonton OVJ.
Wiro penasaran dan akhirnya dia tahu kalau Argo sedang nonton OVJ. Tanpa sadar dia ikut menonton OVJ dan ketawa ngakak juga...

Tiba - tiba...
Pacarnya menggedor kamar...
Pacar Wiro : "Yang, kenapa kamu ngakak yang?"
Wiro : "Ampun, aku lupa yang"
Pacar Wiro : "Sekarang aku berubah ke wujudku semula yang, sundel bolong. dan kamu harus tetap menjadi pacar aku, kalau tidak kamu yang akan berubah jadi sundel bolong.."
Wiro : "Iya deh, ndak apa2 yang, wajahmu tetep cantik kok. hanya punggungmu yang bolong. huhuhuhu"
Menangis tersedu - sedu

"I feel sorry for him"


Jomblo Gagal
Erzal, sudah memilki penyakit sejak lama. orang - orang menyebut penyakitnya jomblo akut...
Karena sudah merasa putus asa maka dia membuat pacar imajinasi... iya, dia yang bikin...
Kemana - mana dia pasti membawa pacar imajinasinya...
Orang - orang merasa kasian sama dia. salah satunya cewek manis bernama Fikri.

Fikri : "Zal, dari pada kamu ndak punya pacar, aku mau kok jadi pacarmu?" Fikri menembak Erzal
Erzal : "Lhoh, kata siapa aku ndak punya pacar?, ini pacarku disebelahku. Ku bawa kemanapun aku pergi"
Fikri : " Tapi dia ndak nyata, dia kan imajinasimu zal?"
Erzal :" Nyari pacar cowok yang bodinya kotak - kotak, rambutnya ada jambul biebernya, mukanya ganteng kan susah disini?"
Fikri ambil baygon dan langsung bunuh diri...
Ternyata pacarnya Erzal cowok...


Tuyul Gagal
Argo, cowok ganteng, keren, imut dan baik hati berpapasan dengan tuyul...

Argo : "Heh Tuyul, dari mana kamu?"
Tuyul : "Eh, dari situ kamar 114 bang"
Argo : "heh, itu kamarku" sambil menjewer kuping tuyul
Tuyul : "Ampun Bang, ampun... ini duitnya aku kembali'in"
Argo : "Kok banyak?"
Tuyul : "Iya, itu duitnya orang sekamar abang, ga usah bilang sapa2 bang. Duit itu aku kasihkan abang. yang dosa kan aku, abang enggak kok"
Argo : " Bagus - bagus... ya sudah, pergi sana"
Tuyul pergi sambil nangis...
Argo :" Lumayan nih, dapet duit buat beli mainan one piece. hehehehe"
Read More >>

Like and Comment Di sini